SMART & ECO-VACATION

Tri Hendro A. Utomo, 2014
 
P1020104 

Beberapa hari lagi kita akan menjelang perayaan Natal dan pergantian tahun 2014 ke 2015. Selain merayakan dua momen tersebut, liburan Natal dan tahun baru juga dimanfaatkan banyak orang untuk melakukan rekreasi dan perayaan kegiatan lainnya. Apakah Anda sudah merencanakan liburan akhir tahun ini, penting untuk merencanakan kegiatan apa yang akan dilakukan agar kegiatan dapat berjalan sesuai dengan keinginan.

Namun ada satu hal penting yang perlu diperhatikan yaitu lingkungan. Adakah hubungan kegiatan pada liburan yang akan kita lakukan dengan lingkungan? Tanpa kita sadari segala sesuatu yang kita lakukan juga berkontribusi terhadap lingkungan baik positif maupun negatif. Mari kita coba lihat kegiatan yang akan kita lakukan selama liburan dan kontribusinya terhadap lingkungan serta tips yang mungkin bermanfaat bagi liburan Anda dan lingkungan.

Konsumsi

Dalam merayakan liburan kita sering mengadakan acara pesta, jamuan keluarga atau temen dan kerabat. Berikut beberapa tips yang perlu dipertimbangkan:

Janganlah menyajikan makanan, minuman atau kudapan dalam jumlah yang banyak atau berlebih. Perkirakan berapa jumlah tamu yang hadir dengan jumlah yang akan dikonsumsi acara tersebut. Hal ini dilakukan agar tidak ada atau banyak yang tersisa dari makanan, minuman atau kudapan yang kita sediakan. Di satu sisi kita bisa hemat biaya belanja disisi lain berkontribusi kepada ligkungan. Pasti Anda bertanya apa kontribusi ke lingkungannya?

Ini ilustrasinya, tanpa kita sadari dalam siklus proses produksi suatu bahan makanan dari sumbernya sampai ke meja makan kita banyak tahapan yang harus dilalui dan itu berdampak pada lingkungan. Berikut contoh kontribusi CO2 dari seikat sayur bayam, pertama sayur bayam yang ditanam oleh petani melalui proses pengemburan tanah. Proses pengemburan tanah perlu menggunakan pupuk. Pupuk yang dibeli terlebh dahulu melalui proses di pabrik dan kemudian distribusikan sampai ke kios dimana pupuk tersebut dibeli petani. Kebayang proses produksi pupuk sampai dengan distribusinya, berapa banyak energi yang digunakan untuk proses produksi dan transportasi yang dapat dikonversikan menjadi emisi CO2.

Kemudian dalam proses pemeliharaaan petani memerlukan pengendali hama. Proses tersedianya pengendali hama hampir sama dengan proses tersedianya pupuk. Setelah panen sayur tersebut dibawa petani ke pasar dengan sarana transportasi. Kemudian pembeli ke pasar juga menggunakan saran tranportasi yang memberikan kontribusi terhadap emisi CO2. Setelah sampai di rumah bayam tersebut dimasak dengan menggunakan bahan bakar yang menghasilkan emisi CO2.

Bisa dilihatkan kontribusi seikat bayam terhadap emisi CO2, masihkah ingin membuang bayam yang kita masak.

Pada jamuan atau pesta tersebut sering dilengkapi dengan pernik-pernik yang meriah dan juga hadiah menarik. Dalam membeli barang tersebut sudahkah mempertimbangkan aspek lingkungan, biasanya kita hanya melihat dari segi harga dan kualitas. Sekarang mulailah dengan memperhatikan aspek lingkungan dari produk yang kita beli. Bagaimana caranya?………..

Pertama, kita bisa melihat logo atau pernyataan yang ada pada produk atau kemasannya. Logo tersebut atau pernyataan tersebut menyatakan bahwa produk tersebut telah mempertimbangkan aspek lingkungan atau ramah lingkungan biasa disebut dengan Ekolabel. Beberapa produk yang beredar di Indonesia telah menempelkan logo Ekolabel baik ekolabel tipe 1 ( http://www.indonesiagreenproduct.com/category/ekolabel-tipe-i ) atau ekolabel tipe 2  ( http://www.indonesiagreenproduct.com/category/ekolabel-ii ).

Kedua, kita bisa melihat ingredient atau komposisi bahan yang terkandung dalam produk tersebut. Ada beberapa produk yang beredar dipasaran Indonesia yang telah mempertimbangkan aspek lingkungan pada produknya namun hanya terlihat dari komposisinya. Sebagai contoh ada beberapa produk yang yang dibuat dari bahan daur ulang (recycle content) atau produk tersebut dapat didaur ulang (recyclabel).

Perjalanan

Rencanakan perjalanan Anda sebaik mungkin, karena Anda tidak ingin kehilangan banyak waktu dijalanan dan merasa perjalanan sangat payah. Banyak moda transportasi yang ditawarkan, Anda harus membuat keputusan yang bijak moda apa yang akan digunakan. Yang terpenting adalah moda yang dipakai tidak mengakibatkan pencemaran lingkungan atau yang berdampak sedikit terhadap lingkungan dibanding mode transport lainnya serta nyaman. Salah satu contohnya adalah untuk rute tertentu kita bisa menggunakan kereta api dibanding menggunakan kendaraan pribadi. Menggunakan kereta api kita hanya memberikan kontribusi yang kecil terhadap pelepasan gas Karbon (CO2) daripada menggunakan kendaraan pribadi.

Konsep gampangnya seperti ini, jarak tempuh dari Jakarta ke Yogyakarta sejauh 538 km, maka total CO2 yang dihasilkan sebagai berikut :

Contoh perhitungan sederhananya kita dapat menggunakan Kalkulator Energi dan Emisi CO2

http://hijauku.com/kalkulator/transportasi/#.VJoODUBaB8Y

Jarak tempuh Jakarta ke Yogyakarta = 538 km;

  • Dengan kereta api diesel berbahan bakar solar untuk jarak tempuh sejauh 538 km didapatkan konversi emisi CO2nya 10.70275 kg;
  • Dengan mobil berbahan bakar bensin untuk jarak tempuh 538 km didapat konversi emisi CO2nya 92.33888 kg;
  • Dengan mobil berbahan bakar solar untuk jarak tempuh 538 km didapat konversi emisi CO2nya 38.23037 kg.

Bisa dilihatkan perbandingan CO2 yang dihasilkan jika kita menggunakan kendaraan pribadi dan kereta api. Perlu diingat dengan banyaknya kita melepas CO2 ke udara maka akan semakin cepat proses pemanasan global yang akibatnya sudah mulai kita rasakan.

Namun jika kita harus menggunakan kendaraan pribadi periksalah kondisi kendaraan salah satu contoh sederhana adalah kondisi ban. Ban berkontribusi menentukan konsumsi bahan bakar sampai dengan 20%. Hal ini terkait dengan daya gesek ban dengan jalan, semakin kuat daya gesek makan semakin banyak energi yang digunakan. Jika energy yang digunakan banyak maka konsumsi bahan bakar juga semakain banyak.

 

Penginapan

Asyiknya jika liburan kita bisa menginap di rumah keluarga atau teman sehingga biaya penginapan bisa dihemat. Namun jika harus menginap di penginapan maka pilihlah penginapan sesuai dengan anggaran dan pergunakanlah fasilitas yang ada dengan bijak. Saat ini sudah banyak budget hotel di Indonesia. Budget hotel adalah hotel yang menawarkan layanan terbatas sesuai dengan kebutuhan si tamu, sehingga biaya yang ditawarkan lebih murah dari hotel biasanya. Sebagai contoh hotel ini akan mengenakan biaya penginapan sesuai dengan lama pemakaian AC di kamar, hanya memberikan amenities sesuai kebutuhan dan menyediakan sarapan secukupnya.

Selain itu  Andapun dapat dengan bijak menggunakan fasilitas yang digunakan, sebagai contoh:

  1. Handuk yang dipakai tidak perlu diganti setiap hari, bisakah Anda membayangkan bila setiap tamu minta handuknya setiap hari diganti. Berapa banyak air, deterjen dan energi yang digunakan;
  2. Aturlah suhu ruangan sesuai kebutuhan sehingga Anda tidak perlu selimut untuk menahan dingin ketika tidur, dengan demikian Anda sudah menghemat energi dari penggunaan pendingin;
  3. Matikan semua peralatan elektronik di kamar ketika meninggalkan kamar atau mencabut kartu kunci yang biasa digunakan sebagai master untuk menghidupkan listrik di kamar;

Semoga liburan Anda menyenangkan dan lingkungan tetap terjaga.

Tentang Kami
Indonesia Green Product merupakan wadah untuk berbagi informasi bagi Konsumen dan Produsen yang memperhatikan aspek lingkungan dari produk yang dikonsumsi atau diproduksi.
Lokasi

Rumah Kecapi
Jl. Lengkong Gudang Timur III
Serpong, Tangerang Selatan
Indonesia

Email : info@indonesiagreenproduct.com

Statistik
Flag Counter