Life Cycle Assessment (LCA) on Product

Tri Hendro A. Utomo

 

Life Cycle Assessment (LCA) atau Penilaian Daur Hidup ada salah satu perangkat pengelolaan lingkungan yang dikembangkan oleh International Organization for Standardization, Technical Committee (ISO/TC) 207, Steering Committee (SC) 5 Life Cycle Assessment. Ada 2 (dua) standar utama dalam penerapan LCA yang diterbitkan oleh ISO/TC 207 yaitu :

  1. ISO 14040 Environmental management — Life cycle assessment — Principles and framework;
  2. ISO 14044 Environmental management — Life cycle assessment — Requirements and guidelines.

ISO 14040 berisikan prinsip dan kerangka kerja untuk LCA, sedangkan ISO 14044 menentukan persyaratan dan memberikan pedoman untuk LCA.

Life Cycle Assessment  diartikan sebagai kompilasi dan evaluasi masukan, keluaran dan dampak lingkungan potensial dari sistem produk di seluruh daur hidupnya. Sedangkan daur hidup diartikan sebagai tahapan sistem produk yang saling berhubungan dan berurutan, mulai dari akuisisi bahan baku atau hasil dari sumber daya alam sampai dengan pembuangan akhir

Dalam ISO 14040 dijelaskan bahwa LCA dapat membantu dalam:

  1. mengidentifikasi peluang untuk memperbaiki kinerja lingkungan dari produk di berbagai titik dalam daur hidupnya;
  2. menginformasikan kepada pengambil keputusan di industri, organisasi pemerintah atau non-pemerintah (misal untuk tujuan perencanaan strategis, penentuan prioritas, produk atau desain proses atau desain ulang);
  3. pemilihan indikator yang relevan dari kinerja lingkungan, termasuk teknik pengukuran; dan
  4. pemasaran (misal menerapkan skema ekolabel, membuat klaim lingkungan, atau menghasilkan deklarasi produk lingkungan).

Tulisan ini akan membahas butir ke 4 (empat) di atas, dimana LCA digunakan sebagai perangkat pemasaran suatu produk. Perangkat pemasyaraan yang dimaksud adalah dengan menggunakan pendekatan Ekolabel (ecolabelling). Ada  3 (tiga) tipe Pelabelan Lingkungan yang dikembangkan oleh ISO/TC 207 yaitu tipe I Pelabelan Lingkungan Multikriteria, tipe II Pelabelan Lingkungan Swadeklarasi (self declare) dan tipe III Pelabelan Lingkungan dengan kuantifikasi data lingkungan berdasarkan ISO 14040 dan ISO 14044.

Ekolabel digunakan sebagai perangkat pemasaran dikarenakan dengan telah menerapkan salah satu dari tiga tipe Pelabelan Lingkungan tersebut berarti produk tersebut telah mempertimbangkan aspek lingkungan dan dapat dikatakan bahwa lebih baik dari produk sejenis terkait aspek lingkungan. Selain itu dengan merapkan salah satu dari ketiga tipe tersebut suatu organisasi atau industri boleh menempelkan logo atau menyatakan sesuatu terkait aspek lingkungan pada produknya.

Uraian berikut menjelaskan secara umum bagaimana LCA menjadi perangkat pemasaran dengan skema Ekolabel.

Pelabelan Lingkungan Tipe I, pada tipe ini ketika suatu lembaga Ekolabel akan menyusun kriteria Ekolabel untuk produk tertentu. Ketike menyusun kreiteria tersebut maka lembaga Ekolabel tersebut harus mempertimbangkan aspek lingkungan dari produk tersebut dari mulai ekstraksi bahan baku sampai dengan pembuangan akhir. Dasar pertimbangan tersebut dengan menggunakan studi LCA,  dimana studi tersebut melihat aspek lingkungan produk mulai dari ekatraksi bahan baku, pengiriman, produksi, distribusi, penggunaan, tidak lagi digunakanakan dan pembuangan  (cradle to grave).

Setelah dilakukan studi tersebut kemudian ditetapkan aspek lingkungan yang signifikan untuk kemudian menjadi kriteria. Namun dalam penetapan kriteria tersebut masih banyak pertimbangan selain aspek lingkungan signifikan yang menjadi bahan pertimbangan. Setelah kriteria ditetapkan maka produk yang akan mendapatkan logo ekolabel harus memenuhi kriteria tersebut.

Pelabelan Lingkungan Tipe I multikriteria dengan pertimbangan Life Cycle Assessment di Indonesia sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu dan sudah ada beberapa produk yang telah mendapatkan logo Ekolabel tersebut.

Pelabelan Lingkungan Tipe II, yaitu swadeklarasi atau pernyataan diri/klaim  dimana suatu industri dapat menyatakan sendiri salah satu aspek lingkungan dari produk yang dihasilkannya. Pernyataan tersebut dapat berupa logo atau pernyataan/tulisan. Dalam menetapkan aspek lingkungan produk, industri dapat melakukan studi LCA seperti pada ekolabel tipe I di atas. Dari hasil studi tersebut kemudian ditetapkan aspek lingkungan yang mana dari studi tersebut yang akan dinyatakan. Berikut adalah contoh swadeklarasi yang biasa digunakan mengikuti alur cradle to grave:  pada bahan klaim dapat berupa kandungan daur ulang (recycle content) dan bahan yang dipulihkan (recovered/reclaimed), pada tahapan proses klaim dapat berupa pengurangan pemakaian sumber daya (reduced resource use), ketika tidak lagi digunakan klaim dapat berupa dapat terurai (degradable) dan dapat didaur ulang (recyclable), dan pada pembuangan klaim dapat berupa dapat dibuat kompos (compostable). Tipe II Ekolabel ini sudah mulai banyak ditemukan di Indonesia.

Pelabelan Lingkungan Tipe III, yaitu deklarasi lingkungan dengan pengkuantifikasian data lingkungan dengan menggunakan ISO 14040 dan ISO 14044. Pada tipe III ini industri diperbolehkan menyatakan atau deklarasi mengenai data lingkungan produknya dimana dalam penyusunan data tersebut harus menggunakan ISO 14040 dan ISO 14044. Perbedaan kedua tipe sebelumnya dengan tipe III ini adalah pada tipe I dan II hanya menggunakan pertimbangan LCA dalam menetapkan kriteria Ekolabel atau Swadeklarasi, namun di tipe III ini harus melakukan studi LCA dengan mengkuantifikasi data lingkungan from cradle to grave. Sehingga Pelabelan Lingkungan Tipe III ini lebih berupa laporan studi LCA suatu produk dan biasanya digunakan untuk keperluan business to business.

Pelabelan lingkungan Tipe III ini biasanya menghasilkan dokumen yang sering disebut dengan Environmental Product Declaration (EDP) /Deklarasi Lingkungan Produk. Di Indonesia Environmental Product Declaration ini belum banyak digunakan hal ini terkait dengan belum banyaknya produk yang melakukan studi LCA serta belum banyaknya permintaan akan studi LCA untuk produk.

 

Rumah Kecapi, 16 September 2018

Contact: indonesiagreenproduct@gmail.com, info@indonesiagreenproduct.com

Tentang Kami
Indonesia Green Product merupakan wadah untuk berbagi informasi bagi Konsumen dan Produsen yang memperhatikan aspek lingkungan dari produk yang dikonsumsi atau diproduksi.
Lokasi

Rumah Kecapi
Jl. Lengkong Gudang Timur III
Serpong, Tangerang Selatan
Indonesia

Email : info@indonesiagreenproduct.com

Statistik
Flag Counter