LCA PROPER

Program Penilaian Peringkat kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER)  adalah Program yang dikembangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang sekarang menjadi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada akhir tahun 1990an. Saat ini PROPER diterapkan berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup (PerMenLH) Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup. Informasi lebih lanjut mengenai Program PROPER dapat dilihat di https://proper.menlhk.go.id/portal/

Berdasarkan PerMen tersebut program PROPER adalah evaluasi ketaatan dan kinerja melebihi ketaatan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan dibidang pengendalian pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup, serta pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun.

Pada saat ini KLHK berencana merevisi PerMenLH No. 3 Tahun 2014 tersebut dengan menambahkan kriteria penilaian untuk aspek lebih dari ketaatan yaitu Penilaian Daur Hidup (Life Cycle Assessment (LCA)). Dengan tujuan untuk mengidentifikasi keberlanjutan penggunaan sumber daya alam, serta mengevaluasi dan menerapkan mengevaluasi dan menerapkan kemungkinan perbaikan lingkungan. LCA yang digunakan mengacu pada SNI ISO 14040:2016 tentang Manajemen Lingkungan – Penilaian Daur Hidup – Prinsip dan Kerangka Kerja  dan SNI ISO 14044: 2016 tentang Manajemen Lingkungan – Penilaian Daur Hidup – Persyaratan dan Panduan.  (Sumber : https://proper.menlhk.go.id/portal/?view=x&desc=0&collps=280).

Pada saat ini (5.08.2019) PerMen terbaru mengenai PROPER belum diterbitkan, namun Ditjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) telah menerbitkan minimal standar materi pelatihan LCA untuk PROPER dengan Peraturan DIRJEN PPKL Tentang Materi Pelatihan Penilaian Daur Hidup Untuk PROPER.

Terkait dengan rencana menjadikan LCA sebagai salah satu kriteria dalam penilaian PROPER dan dengan telah diterbitkannya PerDirjen PPKL ada beberapa hal yang perhatikan.

LCA dan PROPER

Berdasarkan PermLH No. 03 Tahun 2014 Program PROPER menitik beratkan pada penilaian kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup. Sedangkan LCA mengkopilasi dan mengevaluasi masukan, keluaran dan dampak lingkungan potensial dari sistem produk di seluruh daur hidup produk. Sehingga dapat dilihat bahwa PROPER pendekatannya pada kinerja perusahaan sedangkan LCA pendekatannya pada produk (barang, jasa) yang dihasilkan. Jika suatu perusahaan atau organisasi menghasilkan 3 (tiga) produk, maka perusahaan atau organisasi tersebut harus membuat studi LCA untuk masing-masing produk. Studi LCA tersebut melihat masukan dan keluaran serta dampak lingkungan potensial mulai dari ekstraksi bahan baku sampai dengan produks tersebut dibuang (cradle to grave). Sedangkan Program PROPER saat ini belum melihat per produk yang dihasilkan tapi jumlah keseluruhan material, energi, air dan lain-lainnya yang digunakan perusahaan atau organisasi. Terkait dengn hal tersebut, perlu diperhatikan ketika akan memasukkan kedua pendekatan tersebut dalam PROPER.

Persfektif Daur Hidup

Prinsip dari LCA adalah Persfektif Daur Hidup (Life Cycle Perspective (LCP)).  LCP pada LCA dimaksudkan untuk mempertimbangkan keseluruhan daur hidup produk, mulai dari proses ekstraksi dan akuisisi bahan baku, produksi energi dan bahan, penggunaan, hingga pengolahan dan pembuangan akhir. Bagi organisasi yang produknya dapat diidentifikasi LCPnya akan memudahkan untuk melalukan studi sepanjang daur hidup produknyanya, namun jika tidak maka oranisasi tersebut harus menyusuri data yang diperlukan. Dari daftar peserta PROPER, tidak semua peserta produknya mulai dari  ekstraksi bahan baku dan beberapa hanya terkait rantai distribusi sehingga perlu dipertimbangkan kriteria penilaian LCA untuk organisasi tersebut.

Deklarasi Produk

Pada PerDirjen PPKL No. P.14/PPKL/SET/DIK.0/9/2018 ada materi terkait Deklarasi Produk. Pada materi ini diharapkan pesera pelatihan memahami tata cara deklarsi produk tipe 1, 2, 3 (tidak dijelaskan tujuannya). Pada SNI ISO 14040:2016 dijelaskan bahwa LCA dapat membantu organisasi dalam hal pemasaran produk dengan menerapkan skema ekolabel (tipe 1), membuat klaim lingkungan (tipe 2), atau menghasilkan deklarasi produk lingkungan (tipe 3). Terkait dengan hal tersebut kita lihat kondisi saat ini di Indonesia. Untuk Ekolabel, Indonesia melalui KLHK telah mengembangkan program ekolabel dengan capain pada saat ini (5.08.2019) telah ada 14 (empat belas) kriteria Ekolabel Indonesia dan 2 (dua) Lembaga Sertifikasi Ekolabel (LSE). Empat belas kriteria yang dikembangkan tersebut  belum untuk semua produk yang dihasilkan oleh peserta PROPER, sehingga tidak semua peserta PROPER produknya dapat menerapkan kriteria Ekolabel Indonesia. Untuk referensi lihat SNI ISO 14024. Klaim Lingkungan (tipe 2), untuk yang tipe tidak ada kriteria yang harus dipenuhi, setiap organisasi dapat melakukan klaim lingkungan terhadap produknya. Klain dapat berupa logo atau pernyataan. Referensi dapat menggunakan SNI ISO 14021.   Deklarasi Produk Lingkungan /Environmental Product Declaration (EPD) (tipe 3)) adalah deklarasi terhadap produk yang dihasilkan dengan menggunakan data atau hasil dari studi LCA. EPD dapat dikatakan sebagai penyampaian  informasi hasil studi LCA. EPD biasanya dilakukan oleh business to business tapi juga bisa business to consumer dengan beberapa penyesuaian. Terpenting dalam penerapan EPD ini adalah harus ada program operator seperti badan/insitusi/lembaga yang mengoperaikan program ini. Pada saat ini di Indonesia belum ada program operator yang mengoperasikan EPD tersebut, sehingga jika akan menerapkan EPD di Indonesia harus dibentuk program operator terlebih dahulu. Referensi untuk peneapan EPD ISO 14025.

 

info@indonesiagreenproduct.com

indonesiagreenproduct2gmail.com

Tentang Kami
Indonesia Green Product merupakan wadah untuk berbagi informasi bagi Konsumen dan Produsen yang memperhatikan aspek lingkungan dari produk yang dikonsumsi atau diproduksi.
Lokasi

Rumah Kecapi
Jl. Lengkong Gudang Timur III
Serpong, Tangerang Selatan
Indonesia

Email : info@indonesiagreenproduct.com

Statistik
Flag Counter