GREEN PUBLIC PROCUREMENT KALIMANTAN SELATAN

Tri Hendro A. Utomo

Pada tanggal 27 November 2018 Gubernur Kalimantan Selatan mengeluarkan Peraturan Gubernur (PerGub) Nomor 093 tentang Green Public Procurement untuk mendukung Revolusi Hijau di Provinsi Kalimantan Selatan yang kemudian disingkat dengan G-PRO. PerGub ini merupakan langkah maju dalam pengelolaan lingkungan di Indonesia dan merupakan PerGub pertama tentang Green Public Procurement. G-PRO merupakan salah satu model  pengelolaan lingkungan yang biasanya bersifat   sukarela (voluntary) namun pada saat ini di Kalimantan Selatan sudah bersifat wajib (mandatory).

Dalam PerGub tersebut G-PRO diartikan sebagai suatu proses pemenuhan kebutuhan barang/jasa SKPD sehingga keseluruhan tahapan proses pengadaan memberikan manfaat tidak hanya untuk SKPD tapi juga untuk masyarakat dan perekonomian dengan meminimalkan dampak kerusakan lingkungan sebagai bagian dari Gerakan Revolusi Hijau di Provinsi Kalimantan Selatan.

Kegiatan G-PRO meliputi : Pengadaan Barang, Pengadaan Pekerjaan Konstruksi, Pengadaan Jasa Konsultasi dan Pengadaan Jasa Lainnya dengan tujuan untuk:

  1. menghasilkan barang/jasa yang tepat dari setiap uang yang dibelanjakan, diukur dari aspek kualitas, jumlah, waktu, biaya, lokasi, dan penyedia;
  2. meningkatkan penggunaan produk lokal maupun dalam negeri yang ramah lingkungan;
  3. meningkatkan peran serta usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah;
  4. meningkatkan peran pelaku usaha lokal dan nasional dalam produksi barang/jasa yang ramah lingkungan;
  5. mendukung pelaksanaan penelitian dan pemanfaatan barang/jasa hasil penelitian;
  6. meningkatkan keikutsertaan industri kreatif dalam produksi barang/jasa yang ramah lingkungan;
  7. mendorong pemerataan ekonomi, peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat; dan
  8. mendorong pengadaan berkelanjutan.

Terkait dengan kegiatan dan tujuan di atas Program G-PRO telah mempertimbangkan daur hidup  (life cycle persfektif) dari barang/jasa. Hal tersebut terlihat dari persyaratan barang/jasa yang akan digunakan dalam setiap tahap daur hidupnya sudah mempertimbangkan aspek lingkungan. Tahap penyediaan bahan baku, bahan baku dihasilkan dari bahan baku yang ramah lingkungan. Tahap proses atau produksi,  dilakukan secara ramah lingkungan, Tahpa penggunaan, hemat energy dan rendah karbon. Tahap tidak lagi digunakan (dibuang atau dihapus) dapat di daur ulang (reduce, reuse, recycle).

Dalam proses pengadaan G-PRO dimulai dari tahapan perencanaan pengadaan barang/jasa melalui dokumen rencana kebutuhan barang/jasa SKPD yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Gubernur setiap tahun. Persyaratan tersebut dicantum didalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan spesifikasi pengadaan barang/jasa SKPD sebagai syarat yang harus dipenuhi oleh penyedia barang/jasa. Namun persyaratan dapat dikecualikan jika spesifikasi barang/jasa yang dibutuhkan tidak tersedia sehingga tidak dapat dipenuhi calon penyedia dalam proses pemilihan penyediaan barang/jasa. Untuk hal ini perlu kiranya disusun databased terkait ketersediaan barang yang telah mempertimbangkan aspek lingkungan.

Dalam PerGub tersebut juga dijelaskan mengenai rencana aksi dalam pelaksanaan G-PRO yang disusun oleh Kepala SKPD, seperti:

  1. Mengurangi penggunaan kertas (paperless);
  2. Pengadaan makanan dan minuman tanpa bahan kertas dan plastik;
  3. Pengadaan solar cell untuk listrik di kantor sebagai pemanfaatan energy baru terbarukan;
  4. Pengadaan tanah, jalan, jembatan, irigasi dan jaringan sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW);
  5. Pengadaan peralatan dan mesin berupa alat berat, alat angkut, alat pertanian, alat kantor rumah tangga, alat studio dan komunikasi, alat kedokteran, alat laboratorium dan alat persenjataan/keamanan yang hemat energi rendah karbon dan dapat di daur ulang;
  6. Pengadaan gedung dengan konsep green building;
  7. Pengadaan buku digital (e-book) dan lain-lain

PerGub ini sebaiknya dapat menjadi motivasi Provinsi lain dalam pengadaan barang/jasa yang ramah lingkungan sehingga dapat meningkatakan perbaikan lingkungan dari sisi produksi dan konsumsi dimana dengan penerapan G-PRO ini barang/jasa yang digunakan sudah mempertimbangkan aspek lingkungan dari sisi produksi dan konsumsi melalui pertimbangan daur hidup. Sehingga barang/jasa yang digunakan dari mulai ekstraksi bahan baku sampai dengan tidak lagi digunakan memberikan dampak yang lebih kecil kepada lingkungan dibanding produk sejenis.

Selain itu G-PRO juga memberikan insentif bagi produk yang ramah lingkungan, dimana dalam program ini produk yang ramah lingkunganlah yang akan dipilih, selain itu juga mendorong produsen untuk memproduksi produk yang mempertimbangkan aspek lingkungan dari proses produksi sampai dengan konsumsi.

 

PerGub Kalimantan Selatan No 039 Tahun 2018

Tentang Kami
Indonesia Green Product merupakan wadah untuk berbagi informasi bagi Konsumen dan Produsen yang memperhatikan aspek lingkungan dari produk yang dikonsumsi atau diproduksi.
Lokasi

Rumah Kecapi
Jl. Lengkong Gudang Timur III
Serpong, Tangerang Selatan
Indonesia

Email : info@indonesiagreenproduct.com

Statistik
Flag Counter