Belajar dari Program “Zero Waste” Jepang

Tri Hendro A. Utomo

 

article_2332                                                                                                            kawaiibeautyjapan.com

Ada berita menarik di Kompas Senin 23 Mei 2016. Mungkin tidak banyak yang baca berita tersebut karena terselip pada bagian Klasika yang biasanya berisikan Iklan dan judul berita tersebut sama dengan judul di atas. Tulisan ini mencoba menampilkan kembali berita tersebut dengan sedkit ulasan dan semoga bermanfaat.

 

Berita tersebut diangkat dari seminar yang diadakan oleh Universitas Indonesia dan Japan Foundation dengan tajuk “Clean City, Clean People”. Salah satu pembicara pada acara tersebut adalah Akira Sakano selaku Dewan Direksi di Zero Waste Academy, Kamikatsu, Jepang. Dari pemaparan beliau dan dari beberapa sumber lainnya berikut adalah beberapa hal yang manarik terkait program tersebut:

 

  1. Program Zero Waste mulai dilaksanakan pada tahun 2003, prinsip dasar dari program tersebut sebenarnya sangat sederhana, hanya memilah dan mendaur ulang sampah menjadi produk yang dapat kembali digunakan;
  2. Program dilaksanakan sebagai cara untuk menumbuhkan perekonomian kota;
  3. Sehingga memberikan dampak peningkatan tarap hidup masyarakat di Kamikatsu;
  4. Pemilihan sampah dilakukan dengan baik dan sampah dipilah menjadi 34 jenis;
  5. Masing-masing rumah tangga memiliki alat daur ulang sampah sendiri, dan bertanggung jawab mengangkut sampah ke tempat penampungan;
  6. Dengan kota menjadi bersih, orang-orang akan datang berkunjung. Mereka mendirikan usaha dan menciptakan lapangan kerja dan mengatasi masalah depopulasi bisa berhasil.

 

Dari beberapa butir di atas dapatlah dilihat bahwa sampah bukanlah menjadi suatu masalah jika dikelola dengan baik dan benar, bahkan dari sampah akan memberikan nilai ekonomis. Untuk terlaksananya hal tersebut perlunya sinergi antara Pemerintah dan warga. Sebagai contoh warga aktif melakukan pemilahan sampah dan bertanggaungjawab untuk melakukan daur ulang dan mengangkut ke tempat penampungan. Disisi lain Pemerintah juga harus menyediakan tempat penampungan sampah yang memadai untuk sampah yang sudah dipilah tersebut.

 

Pemerintah sebaiknya tidak memandang pengolahan sampah sebagai “cost” tapi sebagai “investasi” yang “benefitnya” akan didapat dalam jangka panjang. Sebagai contoh, dengan suasana kota yang bersih maka kualitas hidup warga akan meningkat, hal ini dikarena kualitas lingkungan membaik sehingga kesehatan juga membaik. Orang akan ramai berkunjung ke kota yang rapi dan bersih sehingga mandapatkan masukkan dan jika orang sudah merasa betah maka akam mencoba untuk tinggal dan membuka lapangan kerja.

 

Dari tulisan dii atas ada hal kecil yang bisa mulai kita lakukan yaitu mempertimbangkan produk yang kita konsumsi, apakah perlu kita membelinya, seberapa banyak yang kita perlukan, bagaimana jika sudah tidak lagi digunakan. Kenalilah produk yang dibeli dengan memperhatikan informasi yang ada pada produk atau kemasannya. Jika kemasan dapat diguna ulang, gunakanlah sejauh hal tersebut dapat dilakukan dan tidak mengganggu kesehatan dan lain-lain. (THAU)

Tentang Kami
Indonesia Green Product merupakan wadah untuk berbagi informasi bagi Konsumen dan Produsen yang memperhatikan aspek lingkungan dari produk yang dikonsumsi atau diproduksi.
Lokasi

Rumah Kecapi
Jl. Lengkong Gudang Timur III
Serpong, Tangerang Selatan
Indonesia

Email : info@indonesiagreenproduct.com

Statistik
Flag Counter